Tentang

Literasi AI, bukan larangan AI

Minnerva dibuat untuk siswa Indonesia yang sudah memakai AI setiap hari — untuk tugas, untuk cari jawaban, kadang untuk curhat. Pertanyaannya bukan lagi apakah mereka memakainya, tapi apakah mereka paham apa yang sedang mereka pakai.

Kenapa ini penting sekarang

Hasil AI terdengar meyakinkan justru ketika salah. Model bahasa dilatih untuk memprediksi kalimat yang terdengar masuk akal, bukan untuk memastikan kebenarannya. Siswa yang tidak tahu perbedaan itu akan menyerahkan tugas yang rapi dan keliru.

Di sisi lain, wajah teman bisa ditempel ke badan orang lain dalam hitungan detik. Foto yang dulu butuh keahlian sekarang butuh satu prompt. Batas antara bercanda dan merugikan orang jadi kabur, dan tidak ada yang mengajarkan garis itu di mana.

Cara kerjanya

Kuis benar-salah dengan penjelasan setelah setiap jawaban. Bukan sekadar skor — yang dinilai adalah apakah alasanmu berubah setelah membaca penjelasannya.

Forum tempat pertanyaan dibahas bersama, dengan AI yang bertugas balik bertanya, bukan memberi jawaban. Jawaban yang membantu orang lain naik ke atas karena diberi suara oleh sesama siswa.

Papan skor yang menghitung keduanya, supaya belajar sendiri dan membantu orang lain sama-sama dihargai.

Dibuat dwibahasa sejak awal

Setiap pertanyaan dan penjelasan ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris, disimpan berdampingan, dan tidak bisa diterbitkan kalau salah satu bahasa kosong. Siswa yang belajar dalam bahasa Indonesia tidak mendapat versi terjemahan seadanya.